Baca Juga
BLORA, Transblora.Co - Pasi Pers Kodim 0721/Blora Kapten Kav Teguh Linarto
mewakili Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi, SE., menghadiri upacara Hari
Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-48 di lapangan Kridosono, Blora,
Jumat (29/11/2019).
Upacara
berlangsung khidmat. Bupati Blora Djoko Nugroho memimpin upacara peringatan Hari
Korpri, diikuti Forkopimda Blora, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah kabupaten setempat.
Rangkaian
upacara di antaranya, pengibaran bendera merah putih, pembacaan naskah
Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara, pembacaan naskah pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan pembacaan Panca
Prasetya Korpri.
Pada
kesempatan tersebut Bupati Blora membacakan sambutan Presiden selaku Penasehat
Nasional Korpri.
“Selamat
ulang tahun kepada seluruh anggota Korpri dimanapun saudara berada, baik yang
ada di tanah air maupun di seluruh perwakilan Republik Indonesia di Luar
Negeri,” kata Bupati Blora Djoko Nugroho membaca sambutan Presiden Joko Widodo
selaku Penasehat Nasional Korpri.
Saya,
lanjutnya, ingin menyampaikan salam, sekaligus apresiasi khusus pada anggota
Korpri yang bertugas di pelosok-pelosok negeri, di pulau-pulau terdepan, di
kawasan perbatasan, dan wilayah-wilayah terisolir.
Mereka
adalah abdi negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, untuk
memastikan negara hadir di seluruh penjuru tanah air. Terima kasih atas pengabdian
yang saudara-saudara berikan kepada rakyat, bangsa, dan negara.
“Saat ini,
kita berada di dunia yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan dua
puluh, tiga puluh, atau empat puluh tahun yang lalu,” kata Bupati Blora.
Dikatakannya,
Revolusi Industri jilid ke-4 telah mendisrupsi segala lini kehidupan, bukan
hanya cara dalam berkomunikasi, tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan.
Di sisi
lain, persaingan antar negara juga semakin sengit untuk berebut teknologi,
berebut pasar, dan memperebutkan talenta-talenta yang digunakan untuk memajukan
negaranya.
“Dalam
menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut. Kita harus
menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan
baru. Kecepatan, kreativitas, dan inovasi adalah kunci,” jelasnya.
Cara-cara
lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus
bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain.
“Karena itu,
saya mengajak seluruh anggota Korpri untuk mengambil jalan perubahan, melakukan
reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi
kerja linier. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah,”
tandasnya.
Kita harus
membangun nilai-nilai baru dalam bekerja cepat beradaptasi dengan perubahan.
“Saya
mengajak seluruh anggota Kopri untuk terus menerus bergerak mencari terobosan,
terus menerus melakukan inovasi. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit, dan yang
menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci
reformasi birokrasi,” katanya.
Orientasi
birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi paa prosedur, tapi
lebih berorientasi pada hasil nyata. Panjangnya rantai pengambilan keputusan
juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan penerapan teknologi.
“Bahkan saya
sudah minta eselon 3 dan 4 untuk ditiadakan, sehingga pengambil keputusan bisa
lebih cepat. Hal yang pahit harus kita lakukan. Karena di era persaingan antar
negara yang semakin sengit seperti saat ini, jika kita lambat, kita pasti
tertinggal,” katanya.
Karena itu,
lanjutnya, ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya, tapi lebih baik
dari negara lain yang menjadi saingan kita.
“Saya juga
sering mengingatkan bahwa kita harus mengurangi kegiatan seremonial yang
sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada
hasil,” lanjutnya.
Tugas
birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik, serta program-program
pembangunan betul-betul terdelivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Sekedar
melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan
diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan.
Dengan
kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. Inovasi teknologi
harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan.
Kemajuan
teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaian masalah. Masalah saat
ini harus kita selesaikan dengan smart shortcut yang lebih cepat, lebih
efisien, dan lebih memberikan dampak yang luas.
“Kita harus
optimis menatap masa depan. Kita harus percaya diri menghadapi tantangan
kompetisi global. Kita harus yakin menjadi salah satu negara terkuat di dunia.
Menjadi negara pemenang,” tandasnya.
Kuncinya
adalah kita mau bersatu. Persatuan dan kesatuan adalah pengikat kita untuk
menuju Indoneia maju. Tanpa persatuan, kemajemukan negara kita, tidak akan
pernah menjadi energi kolektif untuk mencapai kemajuan. Tanpa persatuan, kita
akan menjadi negara yang lemah dan pecunang.
“Karena itu,
saya mengajak kepada seluruh anggota Korpri yang tersebar di seluruh Indonesia
menjadi garda terdepan dalam merajut persatuan, menjaga tali persaudaraan
sebagai satu saudara se-bangsa dan se-tanah air,” katanya.
Dikatakan
lebih lanjut, kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar. Negara
dengan 17 ribu pulau, dengan agama, suku, budaya, dan bahasa daerah yang
beragam.
Kita adalah
negara yang ber-bhineka tunggal ika. Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Kemajemukan
adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia yang harus
kita jaga dan rawat bersama-sama.
“Mengakhiri
sambutan saya ini, saya ingin sekali lagi menyampaikan salam hangat kepada
segenap anggota KORPRI dimanapun saudara-saudara berada. Selamat bertugas,
lanjutkan pengabdian dan karya terbaik saudara- saudara bagi rakyat, bangsa,
dan negara,” pungkasnya.
Usai upacara
diserahkan piala dan hadiah kepada juara lomba stan up comedy, dirigen dan
lomba lagu nusantara yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Korpri Kabupaten
Blora.
Adapun tema
peringatan HUT Korpri ke-48 yakni Berkarya Melayani dan Menyatukan Bangsa.
"Ini
upacara pertama kali di lapangan Kridosono setelah menjadi ruang terbuka.
Upacara terselenggara dengan baik," kata Bupati Blora.
Seperti
diketahui Kridosono sebelumnya merupakan lapanan sepak bola denga dikelilingi
pagar tembok, tetapi sekarang sudah dirobohkan dan menjadi lapangan Kridonsoso.
Sedangkan lapangan sepak bola nanti akan dibangun di lahan Kelurahan Beran.
Pada
kesmepatan yang sama juga diserahkan tali asih kepada anggota Korpri (ASN/PNS)
yang telah purna bakti. Tali asih diserahkan oleh Ketua Dewan Pengurus
Korpri Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi, SE, M.Si. (Tim)


Posting Komentar