Baca Juga
Trans Blora.Co, BLORA - Rapat
Koordinasi Pengawasan dengan Stakeholder Pemilu digelar Bawaslu Kabupaten Blora
dalam rangka evaluasi pemilu Tahun 2019 di Blora disalah satu rumah makan
Embungrowo Karangjati, Blora, Selasa (17/9/2019) kemarin.
Ketua Bawaslu Blora,
Lulus Mariyonan, mengatakan pemilu di Blora sudah bisa dikatakan sukses.
Indikatornya, penyelenggara pemilu bisa membumikan pelaksanaan pemilu dengan
tingginya partisipasi masyarakat yang mencapai 80% lebih.
"Pemilih bisa
menggunakan hak pilihnya. Angka golput yang rendah, aparat keamanan yang selalu
hadir menjaga kondusifitas," lanjutnya.
Kemudian, lanjut
Lulus, dengan adanya tsunami informasi bahkan informasi hoaks, masyarakat tidak
terlarut didalamnya.
"Indikasi
lainnya, di Blora tidak ada gugatan PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan
Umum-red) yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi," ujar Lulus.
Sehingga, pasca
pemilu di Blora masih tetap kondusif.
Pada kesempatan itu
Bawaslu juga memberikan apresiasi kepada stakeholder, yakni Pemkab, Polres,
Kejari, dan Kodim Blora. Ini terkait kerjasama dan koordinasi yang terjalin
dengan baik selama pelaksanaan Pemilu.
"Ini tidak hanya
dengan jajaran Forkopimda saja, tapi juga stakeholder lainnya juga. Baik Ormas,
OKP, Media, LSM, ASN dan lainnya dengan peran masing-masing selama
pemilu," tutur Ketua Bawaslu Blora saat menyampaikan apresiasinya.
Menjelang Pilkada
2020 di Blora, Bawaslu pun sudah berkoordinasi dengan pemkab terkait anggaran
penyelenggaraan pengawasan pemilu.
"Saat ini
anggaran sudah kita ajukan TAPD. Untuk Bawaslu sebesar 8,25 Milyar selama
penyelenggaraan pilkada. Kami juga mengajukan untuk KPU dan aparat keamanan
dari Kepolisian, Kodim 0721/Blora, Subdenpom, serta Yonif 410/Alugoro,"
jelas Kasubag Tata Usaha Kesbangpol Blora, M Iskak dalam sambutannya mewakili
Pemkab Blora. (pw)

Posting Komentar