Dirut Kominfo: "Kami bangga kepada Bupati Blora"

Baca Juga

Djoko Nugroho Bupati Blora mendampingi istrinya berdialog dengan perwakilan ibu yang memiliki anak stanting 

Blora, Transblora.co - Kabupaten Blora menjadi salah satu tempat penurunan angka prosentase stunting di jawa tengah, Bupati Blora Djoko Nugroho dan istrinya Dra. Hj. Umi Kulsum dinilai sebagai motivator hebat dan luar biasa dalam upaya cegah stunting di wilayahnya. Hal itu dibuktikan berbagai program inovasi dan pemetaan bersama yang dilakukan sehingga angka penurunan stunting di Blora teratasi.

Seperti yang disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Kominfo, Drs. Wiryanto, MA,Ph.D dalam kegiatan Forum Dialog Bantuan Sosial (Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam rangka Intervensi Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Pemerintah Kabupaten Blora yang berlangsung di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Jumat (13/9).

“Kami bangga kepada Bupati Blora dan Ibu yang menjadi motivator luar biasa, hebat dan merakyat dalam hal cegah stunting di Blora,” ucapnyanya
 Wiryanto juga mengatakan, salah satu kunci persoalan stunting adalah dengan ikut program Keluarga Berencana.
“Tentu saja melalui kesadaran dan mengajak untuk ikut KB. Selain itu dilakukan oleh pemerintah melalui bantuan sosial BPNT, PKH dan KIS,” tambahnya.

Untuk mengatasi secara tuntas masalah stunting di Kabupaten/Kota diperlukan intervensi di semua tahap perjalanan alami dari gangguan pertumbuhan anak (GPA) yaitu tahap sebelum penduduk menjadi berisiko tinggi (Tahap Pencegahan Primordial).

Tahap sebelum kelompok penduduk risiko tinggi mulai terkena GPA (Tahap Pencegahan Primer). Tahap sebelum kelompok penduduk yang sudah terkena GPA menunjukkan gejala (Tahap Pencegahan Sekunder, atau Tahap A-simtomatik). Tahap sebelum kelompok penduduk GPA simtomatik meninggal dunia atau cacat (Tahap Pencegahan Tersier, atau Tahap Simtomatik) dan tahap rehabilitasi kelompok penduduk GPA simtomatik untuk mencegah penurunan kualitas hidup.

Dalam sambutannya Kokok sebutan akrap bupati Blora, Djoko Nugroho, dalam sambutannya antara lain mengajak para peserta forum dialog yang terdiri perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kabupaten Blora agar menyimak paparan yang disampaikan oleh nara sumber agar putranya sehat semua.

“Yang disampaikan oleh nara sumber nanti disimak, agar putranya sehat semua,” kata Bupati.
Di hadapan Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Kominfo, Bupati Blora melaporkan bahwa posisi Kabupaten Blora tidak berada pada jalur potensi ekonomi. Tidak pantura dan tidak selatan. Posisinya berada di tengah-tengah. Terdiri 16 Kecamatan, 271 desa dan 24 kelurahan.

 “Jumlah penduduknya hampir 900 ribu jiwa. Luas wilayah kita kurang lebih 180 ribu hektar, sebagian wilayah hutan yang meliputi hutan negara dan hutan rakyat,” jelasnya.

“Alhamdulillah, berkat bantuan dari pemerintah pusat, dari kegiatan program kita, stunting dapat ditekan. Dan, alhamdulillah program penanganan stunting di Jawa Tengah, Blora nomor satu,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk melakukan hal tersebut yang digunakan strategi keroyokan. Yang dimaksud dengan keroyokan yakni semua dalam kabupaten berperan aktif baik.

“Program yang kita lakukan menjadi model dengan kabupaten yang lain. Selain program bantuan, kita juga punya program keroyokan dan program inovasi dalam rangka untuk intervensi stunting,” katanya.

14.9.19
Label:

Posting Komentar

[disqus][facebook][blogger]

MKRdezign

{facebook#https://web.facebook.com/transblora.co/} {twitter#https://twitter.com/transblora} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCSl1zrsSFPYXFQoaDpC7xZw/featured?disable_polymer=1} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget