Baca Juga
Blora ,- Hari pertama apel Dansat
Kodam IV/Dipoengoro yang di gelar di Aula G. Handakaria Yonif Raider 400/BR
Srondol, Semarang, Senin (11/3), Kepala BNNP Jawa Tengah Drs. Muhammad Nur,
SH., M.Hum. sengaja dihadirkan untuk memberikan pembekalan tentang bahaya Narkoba
kepada peserta apel Dansat.
Apel Dansat yang mengambil tema
“Melalui Apel Dansat Kodam IV/Diponegoro 2019, Kita Wujudkan Kesiapan Satuan
dan Profesionalisme Prajurit Dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Tugas Pokok
TNI AD”, diikuti oleh Irdam, Danrem, para Asisten, Staf Ahli, Pa Liaison,
Kabalak dan Komandan Satuan serta para perwira jajaran Kodam IV/Diponegoro
Dalam penyampainnya, Kepala BNNP
Jateng mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar
tingkat ASEAN untuk kebutuhan Amphetamine type stimulants (ATS) khususnya jenis
sabu, dan tidak ada satu wilayah di Indonesia yang terbebas dari peredaran
Narkoba. Bahkan peredarannya sudah menyasar hingga ke tingkat Sekolah Dasar
(SD).
Pada kesempatan tersebut, dirinya
mengajak kepada para Dansat untuk bersama-sama mengkapanyekan tetang bahaya
Narkoba secara terus menerus kepada anggota dan keluarganya maupun masyarakat
di sekitar satuan.
Sementara itu Kapendam
IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M.Hum. yang juga turut serta dalam
kegiata tersebut, disela-sela kegiatan menuturkan, bahwa pemberian materi
pencegahan bahaya Narkoba ini merupakan salah satu komitmen Kodam IV/Diponegoro
dalam memerangi Narkoba. Hal ini memiliki arti yang sangat penting karena
Narkoba memiliki dampak yang luar biasa bagi kelangsungan hidup manusia, bangsa
dan negara. Dampak Narkoba dapat merusak kesehatan manusia bahkan hingga
kerusakan permanen pada otak. Dengan demikian maka masa depan generasi akan
suram dan lost generation dimungkinkan terjadi jika persoalan ini tidak serius
ditangani. Padahal beberapa tahun kedepan kita akan mendapat bonus demografi.
Ditambahkan Kolonel Zaenudin, di
berbagai kesempatan para petinggi TNI termasuk Pangdam Mayjen TNI Mochamad
Effendi, S.E., M.M. telah menegaskan “tidak ada kompromi terhadap anggota yang
terlibat narkoba dan sanksinya sangat berat yakni hingga pemecatan”.
Dengan menggandeng BNNP Jaya
Tengah ini diharapkan kedepan terdapat kesamaan visi dan persepsi tentang
bagaimana mencegah dan menangani pelaku pemakai, pengedar atau bahkan bandar
yang berusaha untuk masuk di lingkungan satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro sehingga
tidak ada lagi keragu-raguan oleh karena ketidaktauan Komandan Satuan, imbuh
Kapendam.
Selain materi pencegahan bahaya
Narkoba, juga diberikan materi penegakan hukum, sosialisasi UU ITE dan
pencegahan HIV AIDS, pungkas Kapendam.(Pendim 0721/Blora).


Posting Komentar