Baca Juga
![]() |
| Wakil Gubernur Jateng Berikan sambutan saat Rakor membangun sinergi penanggulangan kemiskinan di Pendopo Rumah dinas Bupati Blora |
BLORA, Transblora.co - Tekad Pemerintah Kabupaten Blora
untuk menekan jumlah kemiskinan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah. Dukungan itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah H. Taj
Yasin Maimoen ketika memimpin Rapat Koordinasi dalam rangka Membangun Sinergi
Penanggulangan Kemiskinan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa
(12/2/2019).
Menurut Wakil Gubernur Jateng, tingkat kemiskinan Kabupaten Blora saat ini
masih pada angka 11,90 persen. Berada di peringkat 23 dari 35 Kabupaten/Kota se
Jawa Tengah, dan masih masuk zona merah karena kemiskinannya lebih besar dari
rata-rata Jawa Tengah 11,32 persen dan rata-rata Nasional 9,82 persen.
“Oleh karena itu, kami datang ke Blora ini untuk menjalin
sinergitas, merumuskan bersama langkah yang tepat untuk penanggulangan
kemiskinan. Kuncinya adalah data kemiskinan yang valid. Kita harus
memperbaharui data kemiskinan kita, karena saat ini datanya sudah banyak
berubah dan tidak sesuai kondisi lapangan,” ucap Wagub.
Jika data kemiskinan valid, maka menurut Wagub sangat
berguna untuk merumuskan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Program bantuan pemerintah pun akan tepat sasaran dan tepat guna.
“Kami minta seluruh Kepada Desa untuk membantu mengupdate
data kemiskinan. Se Jawa Tengah kami targetkan selesai 28 Februari nanti.
Setelah terangkum akan kita laporkan ke Kemensos agar datanya bisa diperbaiki,”
lanjut Wagub.
Kondisi ekonomi masyarakat menurut Gus Yasin (panggilan
akrabnya) juga terus mengalami perkembangan, sehingga angka kemiskinan juga
terus berubah. Oleh sebab itu Gus Yasin meminta dalam satu tahun minimal
dilakukan empat kali pendataan kemiskinan.
Pihaknya menyadari, masih banyak masyarakat yang belum bisa
terbuka ketika didata potensi ekonominya dalam hal pendataan kemiskinan. Gus
Yasin pun memberikan contoh bahwa Pemprov Jateng bersama seluruh Pemkab dan
Pemkot nya sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan tentang
Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dari KPK atas laporan harta
kekayaannya.
“Ketika pimpinan daerahnya sudah terbuka dalam LHKPN yang
diberikan kepada KPK, kami berharap masyarakat juga mau jujur dan terbuka
tentang status ekonominya demi perbaikan data kemiskinan,” kata Taj Yasin. (PSB/Moe)


Posting Komentar